Minggu, 19 Juni 2011

PROFIL MENWA


menwa stain pekalongan
Resimen Mahasiwa (MENWA) adalah: Sebagai wadah, yang merupakan sarana pengembangan diri Mahasiwa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan keikutsertaan dalam upaya Bela Negara yang disusun, diorganisasikan, dan dibentuk secara kewilayahan pada setiap propinsi Daerah Tingkat I, dan sebagai Satuan Resimen Mahasiwa (SatMenwa) di Perguruan Tinggi yang anggotanya terdiri atas Mahasiwa umum dan Mahasiswa yang telah mengikuti Pendidikan Dasar Resimen Mahasiwa.
SEJARAH MENWA
Menwa ada dan berdiri karena sejarah dan tuntutan keadaan, sebagaimana terjadi pada perang kemerdekaan, belajar dan berjuang bagi pemuda kita menjadi ”Way Of Live”. Dimasa pemerintahan orde lama, Bapak Jenderal Besar A.H. Nasution membentuk Resimen Mahasiwa untuk pertama kalinya. Keberadaan Menwa pada masa itu mengemban visi dan tujuan untuk membendung penyebaran paham komunisme dalam kampus. Dengan demikian Menwa berhadapan langsung dengan “ancaman nyata”.
Pada tahun 1959 dengan keputusan panglima III/Siliwangi nomor 40-25/S/1959 diselenggarakan wajib latih bagi Mahasiwa Perguruan Tinggi di Bandung.
Pada tahun 1967 terjadi perubahan pokok pikiran yang menggabungkan 3 bentuk DIKHANKAMNAS menjadi satu bentuk yakni wajib Latih Mahasiwa (Walawa).
Setelah diadakan evaluasi pada tahun 1972, maka Walawa ditingkatkan menjadi pendidikan kewiraan dan Pendidikan perwira cadangan, dengan Keputusan Bersama Tiga Menteri Menhankam/ Pangab, Mendagri dan Mendikbud, nomor : Kep/39/XI/1975, 0246 a/U/1975, 247 Tahun 1975, tentang Pembinaan Organisasi Resimen Mahasiwa dalam Mengikutsertakan Rakyat dalam pembelaan negara.
Pada hari Rabu tanggal 11 Oktober 2000 SKB tahun 1994 yang menjadi dasar dari Resimen Mahasiwa yang berisi tentang Pembinan dan Penggunaan Resimen Mahasiwa dalam Bela Negara, secara resmi dicabut. Kemudian dikeluarkan SKB yang baru oleh Menhan, Mendiknas dan Mendagri, nomor: KB/14/M/X/2000, 6/U/KB/2000, 39 A Tahun 2000. Tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiwa. Setelah itu Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiwa diserahkan sepenuhnya pada Perguruan Tinggi.
PENDIDIKAN DI MENWA
Pendidikan Berjenjang : (1) Pra Pendidikan dasar (PRADIKSAR), (2) Pendidikan Dasar (DIKSAR), (3) Kursus Kader Pelaksana (SUSKALAK) dan (4) Kursus kader pimpinan (SUSKAPIN)
Perdidikan Tambahan : (1) Pembinaan mental dan Pemantapan (BINTALTAP), (2) Pendidikan Provost (DIKPROV), (3) Kursus Pelatih Angkatan Nasional (SUSPELATNAS), (4) Kursus Dinas Staf (KDS), (5) Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP), (6) Pelatihan SAR, (7) Pendidikan Fungsi Staff (DIKSISTAF), dll.
KETRAMPILAN YANG DIAJARKAN DI RESIMEN MAHASIWA
Ketrampilan/Ilmu Keprajuritan : (1) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN), (2) Pengetahuan Menwa, (3) Peraturan Penghormatan Menwa (PPM), (4) Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), (5) Peraturan Baris Berbaris, (7) Tata Upacara Militer (TUM), (8) Gerakan Perorangan, dll.
Ketrampilan Jasmani : (1) Pembinaan Jasmani Menwa (BINJASMEN), (2) Bela Diri Menwa (Tarung Derajat), (3) MOUNTENERING, (4) Senam Senjata, (5) Pembinaan Olah Raga Menwa (BINORMENWA), (6) Latihan berkuda, dll.
Ketrampilan Keorganisasian : (1) Keorganisasian, (2) Kepemimpinan, (3) Administrasi Umum Menwa.
Ketrampilan Khusus : (1) Manajemen Out Bound Training, (2) Latihan Berganda (LATGANDA), (3) Pengetahuan Kamtibmas, (4) Keterampilan khusus yang dimiliki masing-masing anggota.
PRESTASI
Resimen Mahasiwa Satuan 955 telah banyak mengikuti Pertandingan dan perlombaan baik tingkat regional maupun nasional, Juara 1 cross country dalam rangka hari ABRI ke-46
SEMBOYAN DAN MOTTO
Semboyan : “Widya Castrena Dharma Siddha”
Penyempurnaan Kewajiban dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan.
Motto : “Disiplin Nafasku, Kesetiaan Kebanggaanku, Kehormatan Segala-galanya”.

0 komentar:

Poskan Komentar